Selasa, 18 Januari 2022

TULISAN SINGKAT BAGI KAMU YANG SEDANG MERAWAT ORANG YANG KAMU SAYANGI

Oleh: Join Kristian Zendrato

"Pantha rhei kai ouden menei," merupakan kalimat terkenal dari filsuf Yunani Heraklitus yang berarti "Segala sesuatu berubah, tidak ada yang tinggal tetap." Dalam teologi Kristen, satu-satunya yang tidak tercakup dalam perubahan adalah Allah. Semua yang lain mengalami perubuhan termasuk manusia. 

Mengalami sakit adalah contoh perubahan dalam hidup manusia. Ada saat di mana kita sehat. Ada saat di mana kita sakit. Kita ingin kita sembuh. Kita ingin orang yang kita sayangi sembuh. Kita menginginkan perubahan. 

Kita memang sedih jika kita sedang sakit atau melihat orang yang kita sayangi sakit. Tetapi, sebenarnya ini juga mengajarkan hal baik kepada kita. Kala kita sakit, kita diajarkan bahwa kita ini lemah sehingga tak boleh sombong tetapi rendah hati. Kala kita sakit, kita diajarkan untuk menggunakan waktu kita selama kita tidak sakit untuk berbuat baik, karena sekarang kita sadar, suatu saat kita tak bisa melakukan itu kalau kita sakit. Dan banyak kebaikan lain yang bisa kita pikirkan ketika kita sakit. 

Demikian juga kalau kita sedang merawat orang yang kita sayangi yang sedang sakit. Kita jelas sedih. Tapi lagi-lagi ini juga mengajarkan banyak hal yang baik bagi kita. Kala orang yang kita sayangi sakit, kita diberikan waktu untuk menunjukkan perhatian kita kepadanya yang mungkin selama ini kurang. Kala orang yang kita sayangi sakit, kita diberikan pesan betapa pentingnya kebersamaan dengannya kala ia masih sehat, sehingga setelah ia sembuh, kita akan menghargai indahnya kebersamaan dengannya. 

Dan banyak hal baik lainnya yang tidak bisa saya berikan contohnya di sini satu persatu. Tapi saya akan menceritakan sebuah kisah. 

Ada seorang kakak yang sedang menjaga adeknya yang sakit. Kakaknya ini bingung karena dia harus kerja di kantor. Tapi dia tidak mungkin meninggalkan adeknya. Singkatnya, dia gak masuk kantor. Dia memutuskan untuk menjaga adeknya yang sakit. Beberapa waktu kemudian, terdengar kabar bahwa kantornya terbakar. Dan seharusnya dia sudah di dalam kantor pada jam itu. Tetapi karena dia sedang menjaga adeknya, dia terhindar dari kecelakaan. 

Kisah itu menunjukkan bahwa bahkan dalam kesedihan kita, Tuhan masih tetap baik kepada kita. Saya tak mengatakan bahwa semua orang yang sedang menjaga orang sakit akan mengalami persis seperti itu. Tetapi intinya, kita sebenarnya tetap bisa mendapakan kebaikan dari kasus semacam itu. Walaupun kita tak pernah tau seutuhnya kebaikan macam apa itu. Kadang-kadang itu mengejutkan. 

Jadi untuk kamu yang sedang sakit, atau kamu yang sedang menjaga orang yang kamu sayangi yang sedang sakit, percayalah bahwa ada saja kebaikan yang bisa kita pelajari atau alami dari semua kondisi itu. 

Tetap tenang dan selalu jaga kesehatan. 

Jangan menyerah pada keadaan, sebab kita punya Yesus yang bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8:28). 

Charles Haddon Spurgeon, seorang pengkhotbah besar dari Inggris yang dijuluki sebagai Prince of Preaching pernah berkata, "No case is hopeless while Jesus Christ lives" (Tidak ada kasus yang tanpa harapan selama Yesus Kristus hidup). 

Ini tak berarti bahwa orang Kristen tak bisa mati. Tidak. Orang Kristen tetap mengingat ungkapan Latin, "Memento Mori" (Ingatlah, kita pasti akan mati). Tetapi bahkan kematian pun bagi orang Kristen bukan merupakan kasus yang tanpa harapan. Kenapa? Karena orang yang mati dalam Kristus akan masuk dalam kerajaan surga dan bukan dalam neraka (lihat Yoh. 3:16; Roma 8:1). 

Selamat pagi ♡

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR SINGKAT TENTANG SPIRITUALITAS ALA DANIEL MANANTA

Oleh: Join Kristian Zendrato Siapa yang tidak mengenal Daniel Mananta, pembawa acara terkenal Indonesian Idol. Daniel telah membuat channel ...