Selasa, 28 Januari 2020

REFLEKSI SINGKAT TENTANG KEMATIAN

Oleh: Join Kristian Zendrato
 
Dalam beberapa minggu terakhir ini, saya kehilangan 2 orang yang pastinya sangat saya cintai: kakek (ayah dari mama; 6 Desember 2019) dan keponakanku Faldi (28 Desember 2019). Kematian memang mengerikan, ia tak pandang bulu. Seandainya saya tak percaya akan kehidupan setelah kematian seperti disaksikan dalam Perjanjian Baru, maka pastinya tak ada pengharapan bagi orang-orang yang pergi meninggalkan kita. Tetapi saya percaya akan hal itu, sehingga itu cukup menjadi penghiburan.

Kematian tidak bisa kita usir, dia datang kepada orang kaya dan miskin, berkedudukan dan rakyat biasa. Bahkan ketika kita mengabaikannya, kematian tetap akan datang kepada siapa pun, seperti yang dinyatakan oleh Richard L. Pratt, "Kematian tidak akan pergi ketika kita mengabaikannya" (Richard L. Pratt, Designed for Dignity, p. 68).

Refleksi tentang kematian sebenarnya membuat kita sadar bahwa kita ini fana dan terbatas oleh waktu. Kita hanya hidup dan bernafas selama waktu yang ditetapkan bagi kita. Untuk itu tinggalkanlah kesombongan, dengki, kebencian. Sebaliknya usahakanlah damai, kasih dan empati kepada sesama selama hidup.

Saya mau menutup tulisan ini dengan sebuah ungkapan dari bahasa Latin: memento mori (artinya: ingat kita pasti akan mati).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR SINGKAT TENTANG SPIRITUALITAS ALA DANIEL MANANTA

Oleh: Join Kristian Zendrato Siapa yang tidak mengenal Daniel Mananta, pembawa acara terkenal Indonesian Idol. Daniel telah membuat channel ...