MATERI PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ)
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DAN BUDI PEKERTI
KELAS: XI
SMK NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO’OA
GURU MATA PELAJARAN: JOIN KRISTIAN ZENDRATO
PENGANTAR
Sebelum memulai pembelajaran, silakan berdoa secara mandiri kepada Tuhan. Doakan agar pembelajaran jarak jauh ini bisa kalian ikuti dengan baik. Jangan lupa juga mendoakan kondisi Indonesia saat ini, khususnya pulau Nias yang sedang dilingkupi asap akibat kebakaran hutan di daerah Kalimantan dan Sumatera. Kiranya Tuhan memberikan pemulihan atas kondisi ini.
Materi pembelajaran jarak jauh ini bapak sampaikan melalui blogger dengan fitur yang sangat sederhana. Untuk materi yang lebih berwarna dan bergambar, bapak juga sudah membuat pdf-powerpoint yang bisa kalian unduh pada link berikut (klik di sini). Materinya sama, hanya tampilannya berbeda. Bagi yang tidak terlalu suka tampilan materi yang berwarna-warni dan lebih sederhana, maka kalian bisa membacanya melalui blogger. Sementara bagi kalian yang lebih suka materi dengan tampilan berwarna dan bergambar, kalian bisa membacanya melalui pdf-powerpoint. Yang manapun yang kalian pilih, bapak berharap kalian tetap semangat belajar.
Pembelajaran kita kali ini adalah Komunikasi Keluarga Kristen. Kali ini, kita akan membicarakan pandangan dari Steven McCornack tentang komunikasi keluarga. Setelah mempelajari materi ini dengan seksama, maka anak-anak kami bisa menjawab beberapa pertanyaan yang telah bapak sediakan di akhir materi. Jawaban anak-anak kami bisa dituangkan dalam buku catatan dan akan bapak periksa pada pertemuan tatap muka.
MATERI: PANDANGAN STEVEN MCCORNACK TENTANG KOMUNIKASI KELUARGA
(1) Definisi Dan Karakteristik Keluarga
Menurut McCornack, keluarga bukan sekadar ikatan darah atau hukum, melainkan sebuah jaringan orang-orang yang berbagi kehidupan dalam jangka waktu lama. Identitas keluarga diperkuat secara mendalam melalui Family Stories (cerita keluarga) yaitu narasi tentang kelahiran, kisah cinta orang tua, hingga cara keluarga bertahan hidup yang mengikat emosi antaranggota.
McCornack mengadopsi Family Communication Patterns Theory yang membagi komunikasi keluarga ke dalam dua orientasi utama.
Pertama, orientasi Percakapan (Conversation Orientation): Sejauh mana anggota keluarga didorong untuk berpartisipasi dan terbuka dalam mendiskusikan berbagai macam topik. Kalau mau disederhanakan, orientasi pertama ini sebenarnya sedang membahas tentang seberapa bebas anak boleh ngomong apa saja di rumah.
Kedua, orientasi Konformitas (Conformity Orientation): Sejauh mana keluarga menekankan keseragaman nilai, kepercayaan, dan kepatuhan terhadap hierarki keluarga. Jadi, orientasi kedua ini berbicara tentang tingkat kepatuhan. Apakah keluarga menerapkan prinsip, “Pokoknya begini dan tidak boleh membantah” atau prinsip yang mengakomodasi kebebasan berpendapat.
Berdasarkan dua macam orientasi ini, Steven McCornack akhirnya membagi keluarga menjadi empat tipe:
Pertama. Tipe Keluarga Laissez-Faire. Tipe ini menunjukkan bahwa dalam keluarga terdapat kadar yang rendah percakapan dan rendah konformitas. Juga, minim keterikatan emosional dan komunikasi; cenderung acuh tak acuh. Akibatnya, anak merasa sangat bebas namun kurang mendapatkan dukungan emosional yang kuat.
Kedua. Tipe Keluarga Konsensual (Consensual). Tipe ini menunjukkan bahwa dalam keluarga terdapat kadar yang tinggi percakapan dan tinggi konformitas. Terbuka berbicara, namun anak diharapkan sejalan dengan keputusan orang tua. Anak belajar menghargai komunikasi tetapi tetap patuh otoritas.
Ketiga. Keluarga Pluralistik (Pluralistic). Tipe ini menunjukkan bahwa dalam keluarga terdapat kadar yang tinggi percakapan dan rendah konformitas. Komunikasi sangat terbuka, menghargai perbedaan pendapat, keputusan diambil bersama. Akibatnya, anak tumbuh menjadi mandiri dan memiliki kemampuan resolusi konflik yang baik.
Keempat. Keluarga Protektif (Protective). Tipe ini menunjukkan bahwa dalam keluarga terdapat kadar yang rendah percakapan dan tinggi konformitas. Menuntut kepatuhan mutlak, minim penjelasan, menghindari perdebatan. Akibatnya adalah Anak jarang diajak berdiskusi sehingga kurang terampil mengelola konflik antarpribadi.
Kalau kita melihat keempat tipe keluarga di atas, maka setiap tipe memiliki keunggulan dan kelemahan yang harus diperbaiki. Tipe Laissez-Faire harus mulai membangun kebiasaan ngobrol, karena tanpa komunikasi anak merasa tidak dipedulikan. Tipe Protektif harus belajar menjelaskan alasan di balik aturan, bukan hanya menyuruh diam dan nurut, supaya anak patuh karena mengerti bukan karena takut. Tipe Pluralistik sudah baik dalam keterbukaan, tapi perlu dijaga supaya tetap ada pemimpin yang mengambil keputusan akhir. Dan Tipe Konsensual adalah yang paling seimbang — banyak diskusi tapi tetap ada keputusan bersama yang dihormati — yang penting pastikan anak benar-benar merasa didengar, bukan hanya diminta bicara lalu dipatahkan.
(2) Strategi Pemeliharaan Hubungan Keluarga (Maintenance Strategies)
Untuk menjaga kualitas hubungan keluarga tetap sehat dan mengatasi ketegangan, McCornack merumuskan 3 strategi utama:
Pertama. Positivity (Sikap Positif): Melakukan interaksi yang menyenangkan, menghindari kritik yang menjatuhkan, dan memberikan pujian tulus.
Kedua. Assurances (Penegasan/Jaminan): Menyatakan secara verbal maupun non-verbal betapa berartinya keluarga bagi kita dan komitmen kita untuk selalu ada bagi mereka.
Ketiga. Self-Disclosure (Keterbukaan Diri): Berbagi perasaan, pemikiran, dan ketakutan secara jujur demi membangun rasa percaya (trust). Hal ini dibatasi oleh Family Privacy Rules (aturan privasi keluarga) mengenai batasan apa yang boleh dibahas di luar dan di dalam rumah.
PENUTUP
Setelah mempelajari dengan seksama materi di atas, anak-anak kami dapat mengajukan pertanyaan kepada bapak.
Juga, seperti yang telah bapak singgung di bagian pengantar, anak-anak kami dipersilakan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini.
1. Analisislah pola komunikasi di rumah Anda masing-masing berdasarkan 4 pola komunikasi di atas. Termasuk tipe manakah keluarga Anda?
2. Berikan contoh nyata di lingkungan sekitar mengenai bagaimana Horn Effect dapat merusak hubungan antara orang tua dan anak.
3. Berikan contoh perwujudan dari 3 stategi yang diusulkan oleh McCornack untuk memelihara kualitas hubungan keluarga, yakni positivity, assurance, dan self-disclosure.
Demikian materi pembelajaran jarak jauh kali ini, semoga anak-anak kami semakin bertambah wawasannya dan terbaharui karakternya. Anak-anak kami bisa melaksanakan doa penutup dan ucapan terima kasih secara pribadi kepada Tuhan yang telah menolong selama pembelajaran jarak jauh.
Terima kasih.

