Selasa, 18 Januari 2022

NOTITIA (FEAT PROF. LOUIS BERKHOF)

Oleh: Join Kristian Zendrato

Membaca kembali buku Profesor Louis Berkhof pagi ini menyadarkan saya betapa sembarangannya kita berbicara mengenai "iman." Berkhof menunjukkan bahwa dalam iman yang sejati harus ada elemen-elemen tertentu. Salah satunya adalah elemen notitia (elemen intelektual). Elemen notitia mengharuskan setiap orang yang mengaku beriman harus memiliki pengetahuan yang disebut Berkhof sebagai "positive recognition of the truth" (pengenalan yang positif terhadap kebenaran).
 
Malangnya, banyak orang merasa beriman tanpa mempunyai positive recognition of the truth" (pengenalan yang positif terhadap kebenaran). Mereka berkata percaya kepada Kristus, tetapi kalau kita mendesak dan meminta mereka menggambarkan Kristus yang bagaimana yang mereka percayai, maka kita akan segera mendapatkan gambaran-gambaran yang salah tentang Yesus.
 
Atau contoh lebih dekat adalah peristiwa Jumat Agung (Kematian Yesus). Sebentar lagi kita akan merayakannya. Tetapi ketika kita bertanya kepada kebanyakan orang Kristen tentang makna kematian Yesus, maka jawaban populer adalah untuk menebus dosa kita. Tetapi kalau kita bertanya lebih jauh, bagaimana kematian Yesus bisa menebus dosa, maka mungkin saja jawabannya akan salah, dan mungkin juga tak ada jawaban.
 
Demikian juga misalnya untuk masalah Paskah (Kebangkitan Yesus). Orang-orang akan mengingat bahwa mereka telah atau akan ikut dalam pencarian telur Paskah. Tetapi para pencari telur ini, sama sekali tidak tahu apakah Yesus benar-benar bangkit dari kubur, dan apa makna dari kebangkitan-Nya. Sehingga jika ada orang yang menyerang doktrin kebangkitan Yesus, maka semuanya bungkam. Dan banyak contoh-contoh lain.
 
Anehnya orang seperti itu banyak dan mengaku diri punya "iman." Mereka lupa bahwa iman yang sejati harus mempunyai elemen-elemen tertentu di dalamnya, salah satunya adalah elemen notitia.
Ini terjadi karena dua kemungkinan: Pertama, pengajarnya yang salah karena tidak belajar, sehingga mengajar sembarangan. Kedua, pendengarnya yang tidak mau diajar atau belajar.

Nasihat Profesor Louis Berkhof penting untuk diperhatikan sebagai penutup. Ia berkata, "Yang paling penting, terutama pada zaman sekarang, bahwa gereja harus melihat bahwa anggotanya mempunyai pengetahuan tentang kebenaran dengan tepat dan bukan dengan sembarangan" (lihat Louis Berkhof, Teologi Sistematika 4: Doktrin Keselamatan, hal. 201-204).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR SINGKAT TENTANG SPIRITUALITAS ALA DANIEL MANANTA

Oleh: Join Kristian Zendrato Siapa yang tidak mengenal Daniel Mananta, pembawa acara terkenal Indonesian Idol. Daniel telah membuat channel ...